Sabtu, 03 Juni 2017


Jumat, 14 April 2017
HIRARKI CHOMSKY,FINITE STATE OTOMATA (FSA), DAN CONTEXT FREE GRAMMAR (CFG)

         assalamualaikum wr,wb...

Pada tahun 1956-1959 Noam Chomsky melakukan penggolongan tingkatan dalam bahasa berdasarkan aturan produksi,yaitu menjadi empat class yang disebut Hirarki Chomsky .
Penggolongan tingkatan yang dilakukan oleh Noam Chomsky ada 4 class yaitu :
· Tipe 0 / Unrestricted : tidak ada batasan pada aturan produksi
Abc → De
· Tipe 1 / Context sensitive : panjang string ruas kiri harus < (lebih kecil) atau = (sama dengan) ruas kanan
Ab → DeF
CD → eF
· Tipe 2 / Context Free Grammar : ruas kiri haruslah tepat satu symbol variabel, yaitu simbol non terminal
B → CDeFg
D → BcDe
· Tipe 3 / Regular : ruas kanan hanya memiliki maksimal satu symbol non terminal dan diletakkan paling kanan sendiri
A → e
A → efg
A → efgH
C → D


FINITE STATE (FSA) DAN IMPLEMENTASINYA

Finite State Automata (FSA) adalah suatu mesin abstrak yang digunakan untuk merepresentasikan penyelesaian suatu persoalan dari suatu sistem diskrit. Sebagai sebuah mesin maka FSA akan bekerja jika diberikan suatu masukan. Hasil proses adalah suatu nilai kebenaran diterima atau tidaknya masukan yang diberikan. FSA memiliki state yang banyaknya berhingga, jika diberikan suatu simbol input maka dapat terjadi suatu perpindahan dari sebuah state ke state lainnya. Perubahan state tersebut dinyatakan oleh suatu simbol transisi. Mekanisme FSA tidak memiliki memori sehingga selalu mendasarkan prosesnya pada posisi state “saat ini”. Misalnya pada mekanisme kontrol pada sebuah lift, selalu didasari pada posisi lift saat itu pada suatu lantai, pergerakan ke atas atau ke bawah dan sekumpulan permintaan yang belum terpenuhi.

dalam FSA di bagi menjadi 2 jenis yaitu
DFA (Deterministic FSA) -> memiliki hasil yang pasti
NFA (Non Deterministic FSA) -> memiliki hasil yang tidak pasti
Secara formal FSA didefinisikan dengan 5 tuple : M = (Q, Σ, δ, S, F), dimana :
Q : himpunan state/kedudukan
Σ  : himpunan simbol input
∂  : fungsi transisi
S : State awal (initial state)
F : himpunan state akhir (Final State)

Apa yang dimaksud DFA?
A deterministic finite automaton (DFA) M = (Q, Σ, δ, S, F), dimana :
Q : himpunan state/kedudukan
Σ  : himpunan simbol input
∂  : fungsi transisi, dimana ∂ € Q x Σ -> Q
S  : State awal (initial state)
F : himpunan state akhir (Final State)

Apa yang di maksud NFA?
A Non deterministic finite automaton (DFA) M = (Q, Σ, δ, S,Q0, F), dimana :
Q : himpunan state/kedudukan
Σ  : himpunan simbol input
Q0 € Q : initial state
∂  : fungsi transisi, dimana ∂ = Q x (Σ u Ɛ) -> P (Q)
S  : State awal (initial state)
F : himpunan state akhir (Final State)

contoh DFA


mesin DFA
disebut DFA karena setiap inputan state menerima tepat 1 state berikutnya

Q = {q0,q1,q2}
∑ = {0,1}
S = {q0}
F = {q1,q2}

∂ = fungsi transisi
∂ (q0,0) = q1
∂ (q0,1) = q2
∂ (q1,0) = q1
∂ (q1,1) = q1
∂ (q2,0) = q2
∂ (q2,1) = q2

Membuat table transisi
∂             0             1
q0           q1           q2
q1           q1           q1
q2           q2           q2


contoh NFA

mesin NFA

Q = {q0,q1}
∑ = {0,1}
S = {q0}
F = {q1}

∂ = fungsi transisi
∂ (q0,0) = q1
∂ (q0,1) = Ɛ
∂ (q1,0) = q1
∂ (q1,1) = q1

Membuat table transisi
∂             0             1
q0           q1           Ɛ
q1           q1           q1

disebut NFA karna ada state yang kosong "Ɛ"

dari contoh-contoh diatas dapat di tulis bahwa perbedaan dari NFA dan DFA sebagai berikut:

Perbedaan NFA & DFA
DFA
Untuk sebuah state yang berlaku bias di tentukan tepat satu state berikutnya


δ = (s,w) = Q € F

= (s,w) = Q € F
 è Dibaca “transisi dari state awal dengan inputan string w dengan hasil state Q anggota F”
S = state awal
W = string
Q = state initial
F = final state
NFA
Dari setiap state dengan inputan yang ada, tidak selalu tepat pada state berukutnya

Dari suatu state bias terdapat 0,1 atau lebih busur (transisi) berlabel input yang sama

δ = (s,w) = {s} dimana δ (s,w) memuat suatu state di dalam F


Context Free Grammar (CFG)

Context Free Grammar (CFG)/ Bahasa Bebas Konteks adalah sebuah tata bahasa dimana tidak terdapat pembatasan pada hasil produksinya, Contoh Pada aturan produksi :
α → β
batasannya hanyalah ruas kiri (α) adalah sebuah simbol variabel. Sedangkan contoh aturan produksi yang termasuk CFG adalah seperti di bawah :
· B → CDeFg
· D → BcDe
Context Free Grammar ( CFG ) adalah tata bahasa yang mempunyai tujuan sama seperti halnya tata bahasa regular yaitu merupakan suatu cara untuk menunjukkan bagaimana menghasilkan suatu untai-untai dalam sebuah bahasa.
Latar Belakang Context Free Grammar ( CFG )
Terinspirasi dari bahasa natural manusia, ilmuwan-ilmuwan ilmu komputer yang mengembangkan bahasa pemrograman turut serta memberikan grammar (pemrograman) secara formal. Grammar ini diciptakan secara bebas-konteks dan disebut ContextFree Grammar (CFG). Hasilnya, dengan pendekatan formal ini, kompiler suatu bahasa pemrograman dapat dibuat lebih mudah dan menghindari ambiguitas ketika parsing bahasa tersebut. Contoh desain CFG untuk parser, misal : B -> BB | (B) | e untuk mengenali bahasa dengan hanya tanda kurung {‘(’,’)’} sebagai terminal-nya. Proses parsing adalah proses pembacaan string dalam bahasa sesuai CFG tertentu, proses ini harus mematuhi aturan produksi dalam CFG tersebut
Parsing
Context Free Grammar ( CFG ) menjadi dasar dalam pembentukan suatu parser/proses analisis sintaksis. Bagian sintaks dalam suatu kompilator kebanyakan di definisikan dalam tata bahasa bebas konteks. Pohon penurunan ( derivation tree/parse tree) berguna untuk menggambarkan simbol-simbol variabel menjadi simbol-simbol terminal setiap simbol variabel akan di turunkan menjadi terminal sampai tidak ada yang belum tergantikan.
Contoh, terdapat CFG dengan aturan produksi sebagai berikut dengan simbol awal S :
· S → AB
· A → aA | a
· B → bB | b
Maka jika ingin dicari gambar pohon penurunan dengan string : ‘aabbb’ hasilnya adalah seperti di bawah :

Context Free Grammar (CFG) - Parse Tree
Proses penurunan / parsing bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
· Penurunan terkiri (leftmost derivation): simbol variabel terkiri yang di perluas terlebih dahulu.
· Penurunan terkanan ( rightmost derivation ) : simbol variabel terkanan yang diperluas terlebih dahulu.
Misal : Grammar sbb :
· S → aAS | a
· A → SbA | ba
Untuk memperoleh string ‘aabbaa’ dari grammar  diatas dilakukan dengan cara :
· Penurunan terkiri: S => aAS => aSbAS => aabAS => aabbaS => aabbaa
· Penurunan terkanan : S => aAS => aAa => aSbAa => aAbbaa => aabbaa
Contoh Lain:
Diketahui grammar G = {I → H | I H | IA,  H → a| b | c | … |z,  A → 0 | 1 | 2| …|9}
dengan I adalah simbol awal.Berikut ini kedua cara analisa sintaks untuk string x23b.

Derivasi dan Parsing
Ambiguitas
Ambiguitas terjadi bila terdapat lebih dari satu pohon penurunan yang berbeda untuk memperoleh suatu string.
Misalkan terdapat tata bahasa sebagai berikut :
· S → A | B
· A → a
· B → a
Untuk memperoleh untai ‘a’ bisa terdapat dua cara penurunan sebagai berikut :
·  S => A => a
·  S => B => a
 Contoh ambiguitas lain:
Diketahui grammar G = {S → SOS|A ,  O → *|+,   A → 0|1|2|…|9}
String : 2*3+7 mempunyai dua pohon sintaks berikut  :
         


Sebuah string yang mempunyai lebih dari satu pohon sintaks disebut string ambigu (ambiguous). Grammar yang menghasilkan paling sedikit sebuah string ambigu disebut grammar ambigu

Selasa, 21 Maret 2017

Minggu, 01 Januari 2017


 1 januari 2017
Back Up & Recovery


Pengertian Back Up dan Restore

Back Up dan Restore merupakan kegiatan yang penting dalam perkembangan sistem karena dapat memperkecil adanya kemungkinan kehilangan data dan informasi serta mampu menjaga keutuhan data.
Sebagai administrator jaringan, tindakan back up dan restore ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada data milik user.

Untuk melakukan Back Up dan Recovery menggunakan 2 cara, yaitu menggunakan TAR dan menggunakan CPIO.


Media Penyimpanan:
Media penyimpanan merupakan peralatan fisik yang menyimpan data atau pun informasi.
Terbaigi menjadi 2 golongan yaitu:

Penyimpanan Primer = Kecepatan akses tinggi, kapasitas lebih kecil, dan berharga mahal (internal storage)
Penyimpanan Sekunder = Kecepatan akses rendah, kapasitas besar, dan berharga murah (eksternal storage)


Pilihan                                 Deskripsi
    c                                Membuat arsip
    t                         Tampilan file pada arsip
    x                              Extrack dari arsip
    v                       Verbase - display dari file
    z                                   Kompres file
    f                               Nama perangkat


Pertama-tama kita ahrus login sebagai super user terlebih dahulu
Buat atau cari file yang akan di backup
# tar cuf back up  /Dekstop/Jangkrik/Jangkrik.txt
# rm Jangkrik/Jangkrik.txt
# tar cut Backup
. . . . .
. . . . .    Isi file-file back up
. . . . .


Tar adalah layanan rar. Akan tetapi tar ini dipakai di LINUX/UNIX.

Syntax
# tar [opsi][nama file terbal][folder/file yang dikompres]
# cpio -l < backup Jangkrik/Jangkrik.txt
# rm -rf Jangkrik
lalu cek filenya.
# cpio -it < nama file

Cara contrab di CentOS

   /etc/init.d/crond    start
Crontab -c  =>  Melakukan penjadwalan dengan contrab
Crontrab -l =>  Menampilkan tugas
Crontrab -r =>  Menghapus semua tugas
Crontrab -e =>  Jika login sebagai SU dapat mengedit
Crontrab -eu another - user


Sumber: http://adefon99.blogspot.co.id/2015/12/backup-dan-restore-pada-centos.html
              http://firmanpacebiak.blogspot.co.id/2016/01/backup-restore-pada-centos.html

Sabtu, 31 Desember 2016


31 Desember 2016

AUTOMATED TASKS

        Di Linux, tugas dapat dikonfigurasi untuk menjalankan secara otomatis dalam jangka waktu tertentu, pada tanggal yang ditentukan, atau ketika beban sistem rata-rata di bawah jumlah tertentu. Red Hat Enterprise Linux adalah pra-dikonfigurasi untuk menjalankan tugas-tugas sistem yang penting untuk menjaga sistem diperbarui. Misalnya, database slocate digunakan oleh perintah locate diperbarui setiap hari. Seorang administrator sistem dapat menggunakan tugas otomatis untuk melakukan backup periodik, memonitor sistem, menjalankan script kustom, dan banyak lagi.


CRON

Cron adalah daemon yang dapat digunakan untuk menjadwalkan pelaksanaan tugas berulang sesuai dengan kombinasi waktu, hari bulan, bulan, hari dalam seminggu, dan minggu.
Cron mengasumsikan bahwa sistem ini terus menerus. Jika sistem ini tidak pada saat tugas dijadwalkan, itu tidak dijalankan.To schedule one-time tasks
Untuk menggunakan layanan cron, paket RPM vixie-cron harus diinstal dan layanan crond harus menjalankan. Untuk menentukan apakah paket tersebut terinstal, gunakan rpm -q vixie-cron perintah. Untuk menentukan apakah layanan ini berjalan, menggunakan status  crond perintah / sbin / service.

Configuring Cron Tasks
File konfigurasi utama untuk cron, / etc / crontab, berisi baris berikut:
SHELL=/bin/bash
PATH=/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin
MAILTO=root HOME=/
# run-parts
01 * * * * root run-parts /etc/cron.hourly
02 4 * * * root run-parts /etc/cron.daily
22 4 * * 0 root run-parts /etc/cron.weekly
42 4 1 * * root run-parts /etc/cron.monthly

Empat baris pertama adalah variabel yang digunakan untuk mengkonfigurasi lingkungan di mana tugas-tugas cron dijalankan. Variabel SHELL memberitahu sistem yang lingkungan shell untuk digunakan (dalam contoh ini shell bash), sedangkan variabel PATH mendefinisikan jalur yang digunakan untuk menjalankan perintah. Output dari tugas cron diemail ke username didefinisikan dengan variabel MAILTO. Jika variabel MAILTO didefinisikan sebagai string kosong (MAILTO = ""), email tidak dikirim. Variabel RUMAH dapat digunakan untuk mengatur direktori home untuk menggunakan ketika menjalankan perintah atau skrip.

Setiap baris di / etc / crontab merupakan tugas dan memiliki format berikut:

 minute   hour   day   month   dayofweek   command
minute — any integer from 0 to 59
hour — any integer from 0 to 23
day — any integer from 1 to 31 (must be a valid day if a month is specified)
month — any integer from 1 to 12 (or the short name of the month such as jan or feb)
dayofweek — any integer from 0 to 7, where 0 or 7 represents Sunday (or the short name of the week such as sun or mon)
command — the command to execute (the command can either be a command such as ls /proc >> /tmp/proc or the command to execute a custom script)

Untuk salah satu nilai di atas, tanda bintang (*) dapat digunakan untuk menentukan semua nilai yang valid. Sebagai contoh, tanda bintang untuk nilai bulan berarti menjalankan perintah setiap bulan dalam batasan nilai-nilai lainnya.

Sebuah tanda hubung (-) antara bilangan bulat menentukan berbagai bilangan bulat. Misalnya, 1-4 berarti bilangan bulat 1, 2, 3, dan 4.

Sebuah daftar nilai dipisahkan oleh koma (,) menetapkan daftar. Misalnya, 3, 4, 6, 8 menunjukkan empat bilangan bulat tertentu.

Garis miring (/) dapat digunakan untuk menentukan nilai langkah. Nilai integer dapat dilewati dalam jangkauan dengan mengikuti berbagai dengan / <bilangan bulat>. Misalnya, 0-59 / 2 dapat digunakan untuk mendefinisikan setiap menit di bidang menit. nilai langkah juga dapat digunakan dengan tanda bintang. Misalnya, nilai * / 3 dapat digunakan dalam bidang bulan untuk menjalankan tugas setiap bulan ketiga.

Setiap baris yang dimulai dengan tanda pagar (#) adalah komentar dan tidak diproses.

Seperti ditunjukkan dalam file / etc / crontab, script run-bagian mengeksekusi skrip di /etc/cron.hourly/, /etc/cron.daily/, /etc/cron.weekly/, dan / etc / cron. bulanan / direktori pada setiap jam, harian, mingguan,atau bulanan masing-masing. File dalam direktori ini harus skrip shell.

Jika tugas cron diperlukan untuk dieksekusi pada jadwal selain per jam, harian, mingguan, atau bulanan, dapat ditambahkan ke direktori /etc/cron.d/. Semua file dalam direktori ini menggunakan sintaks yang sama seperti / etc / crontab
"Contoh Crontab" untuk contoh:

# record the memory usage of the system every monday
# at 3:30AM in the file /tmp/meminfo
30 3 * * mon cat /proc/meminfo >> /tmp/meminfo
# run custom script the first day of every month at 4:10AM
10 4 1 * * /root/scripts/backup.sh


Pengguna selain root dapat mengkonfigurasi tugas cron dengan menggunakan utilitas crontab. Semua crontab user-defined disimpan di / var / spool / cron / direktori dan dieksekusi menggunakan username pengguna yang menciptakan mereka. Untuk membuat crontab sebagai pengguna, login sebagai user yang dan ketik -e perintah crontab untuk mengedit crontab pengguna menggunakan editor ditentukan oleh variabel lingkungan VISUAL atau EDITOR. file menggunakan format yang sama seperti / etc / crontab. Ketika perubahan crontab disimpan, crontab disimpan sesuai dengan username dan ditulis ke file / var / spool / cron / username.

Cron daemon memeriksa file / etc / crontab, direktori /etc/cron.d/, dan / var / spool / cron / direktori setiap menit untuk setiap perubahan. Jika ada perubahan yang ditemukan, mereka dimuat ke dalam memori. Dengan demikian, daemon tidak perlu di-restart jika file crontab berubah.

Mengontrol Akses ke Cron

The /etc/cron.allow dan /etc/cron.deny file yang digunakan untuk membatasi akses ke cron. Format kedua file kontrol akses adalah salah satu nama pengguna pada setiap baris. Spasi tidak diperbolehkan dalam baik file. Cron daemon (crond) tidak harus direstart jika file kontrol akses yang dimodifikasi. File kontrol akses yang dibaca setiap kali pengguna mencoba untuk menambah atau menghapus tugas cron.


Sumber : http://rahmatprastyocentos.blogspot.co.id/
Root pengguna dapat selalu menggunakan cron, terlepas dari nama pengguna terdaftar dalam file akses kontrol.31

Kamis, 29 Desember 2016


30 desember 2016
Materi 8 - Manajemen User
Manajemen user merupakan salah satu tugas dari administrator adalah membuat user baru, membuat hak aksesnya. Membuat user baru supaya user bisa login ke dalam sistem operasi yang akan digunakan
2 cara membuat user yaitu :
1.) Secara Manual

2.) Menggunakan Aplikasi yang ada

Untuk membuat user secara manual ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang administrator
1.) Mengubah file /etc/passwd
2.) Mengubah file /etc/group
3.) Mengubah File /etc/shadow
4.) Membuat Directory user pada /home/......
5.) Mengubah Kepemilikan Directory /home/.....untuk owner menggunakan chown
6.) Mengubah Kepemilikan Directory /home/.....untuk group menggunakan chgrp
7.) Copy file.bash* yang ada pada root
8.) Mengubah Kepemilikan file.bash* untuk owner menggunakan chown
9.) Mengubah Kepemilikan file.bash* untuk group menggunakan chgrp
10.) Buat Password untuk user tersebut
11.) Login

1.) Mengubah File /etc/passwd
   #vi /etc/passwd [enter]
   pace:x:500:500:Muh.Iriansyah:/home/pace:/bin/bash
Setelah itu copy baris terakhir misalnya user aseng kemudian kita paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah mengubah user tersebut sesuai dengan nama user yang kita inginkan, misalnya putra:
pace:x:500:500:Muh.Iriansyah:/home/pace:/bin/bash
putra:x:501:501:putra:/home/putra:/bin/bash

2.) Mengubah File /etc/group
   #vi /etc/group [enter]
   pace:x:500
copy baris terakhir misalnya user pace kemudian paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah mengubah group tersebut sesuai dengan nama group yang kita inginkan, misalnya putra :
pace:x:500:
putra::501:

3.) Mengubah File /etc/shadow
   #vi /etc/shadow [enter]
   pace:$1$BKO1SvFh$35cifAeEN89WyzUjTec630:12703:0:99999:7:::
Copy baris terakhir misalnya user pace kemudian kita paste dibawahnya. Yang kita lakukan selanjutnya adalah menghapus password yang di enkripsi untuk user baru misalnya putra :
pace:$1$BKO1SvFh$35cifAeEN89WyzUjTec630:12703:0:99999:7:::
putra::12703:0:99999:7:::

4.) Membuat Direktori User pada /home/......
Pada tahapan ini kita membuat Direktori untuk user putra :
#mkdir /home/penguin

5.) Mengubah Kepemilikan Direktori /home/...... untu owner menggunakan chown
#chown putra /home/putra

6.) Mengubah Kepemilikan Direktori /home/...... untuk group menggunakan chgrp
#chgrp putra /home/putra

7.) Copy file.bash* yang ada pada root
kita bisa melakukan pengcopyan.bash* pada user mana saja tetapi untuk lebih mudahnya kita copy dari user root saja. Sebelumnya pastikan posisi direktori aktif kita :
#pwd
  /root
Kemudian Copy file.bash*:
#cp .bash* /home/putra

8.) Mengubah kepemilikan file.bash* untuk owner menggunakan chown
Hal ini perlu dilakukan karena file.bash* milik user putra masih milik user sebelumnya atau root oleh karena itu kita harus mengubah kepemilikannya :
-rw-rw-r- 1 root root ............
Cara mengubah adalah sebagai berikut :
Sebaiknya kita berada didalam Direktori putra :
#cd /home/putra
Kemudian Lakukan :
#chown putra .*

9.) Mengubah Kepemilikan file.bash* untuk group menggunakan chgroup
Hal ini perlu kita dilakukan karena file.bash* milik user putra masih milik user sebelumnya atau root oleh karena itu kita harus mengubah kepemilikannya :
-rw-rw-r- 1 root root ............

cara mngubahnya adalah sebagai berikut :
sebaiknya kita berada didalam direktori putra :
#cd /home/putra
kemudian lakukan :
#chgrp putra .*

10.) Buat password untuk user tersebut
Untuk membuat password user putra adalah sebagai berikut :
#passwd putra
New UNIX password : [Masukkan]
New UNIX password : [Masukkan Ulang Password]

11.) Login

Sumber : https://ryanjoke.blogspot.co.id/2016/01/manajemen-user-manual-pada-centos-linux.html


Rabu, 28 Desember 2016


29 Desember 2016

Startup Dan Shutdown Pada Linux
Selama proses booting, Linux akan memanggil sebuah loader yang disebut dengan LILO (belakangan juga muncul loader bernama GRUB), yang kemudian akan memanggil sebuah program yang bernama dengan init. Program init inilah yang kemudian akan memeriksa file-file inisialisasi sistem, lokasi file-file tersebut berada, dan menjalankan Linux sesuai dengan default run level yang digunakan.

Startup
Proses startup dimulai ketika sistem sudah memanggil LILO dan proses booting sudah diserahkan pada sebuah program induk yang disebut dengan init. Pada hampir kebanyakan distribusi Linux, proses startup mengikuti aturan-aturan seperti berikut :
     1. Eksekusi LILO
   2. LILO Memuat secondary loader pada /boot/chain.b /boot/chain.b menjalankan Kernel Linux. Sampai pada bagian ini, seorang pengguna akan melihat tampilan pesan pada layar seperti menjalankan daemon, memerika integritas perangkat keras, dan
sebagainya.
    3. Kernel menyerahkan tugasnya kepada init.
    4. Init menjalankan berbagai program di belakang layar yang dibutuhkan oleh seorang user untuk login ke dala sistem.
    5. Init memanggil program yang digunakan untuk login.

Proses Startup pada tiap Distribusi
Setelah init mengambil alih tugas booting sistem dari LILO atau GRUB, init akan menjalankan sistem sesuai dengan default run level yang digunakan. Pada beberapa distribusi, penanganan run level ini berbeda satu dengan lainnya.

Run Level pada Linux :
a. 0 Halt
Run Level 0 : /etc/rc.d/rc0.d
Seperti yang anda lihat pada tabel diatas, run level 0 akan menjalankan sekumpulan script yang digunakan untuk shutdown. Script pada run level ini akan menjalankan proses seperti berikut :
1. Mematikan semua proses yang sedang berjalan.
2. Mematikan file virtual memory yang di swap.
3. Melakukan proses unmounting swap dan filesistem yang di mount.
b. 1 Single user mode
Run Level 1: /etc/rc.d/rc1.d
Run Level 1 merupakan single user mode, atau merupakan mode untuk melakukan administrasi, run level ini digunakan seorang sistem administrator untuk melakukan perawatan software.
Untuk masuk kedalam mode ini pada waktu boot ketikkan perintah seperti berikut ini:
     1. boot : linux single
Dengan demikian akan langsung masuk kedalam run level 1 dengan melewati berbagai argumen yang ada pada kernel.
     2. Multi user, tidak ada NFS
Run Level 2: /etc/rc.d/rc2.d
Runlevel 2 merupakan multiuser mode. Pada run level ini fungsi untuk networking bisa dijalankan kecuali untuk network file system (NFS). Pilihan ini berguna jika anda hanya menjalankan komputer PC anda untuk stand alone.
     3. Full multiuser mode
Run Level 3: /etc/rc.d/rc3.d
Runlevel 3 merupakan default run level yang ada pada file /etc/inittab. Untuk distribusi keluaran akhir seperti redhat 7.0 menggunakan runlevel 5 sebagai defaultnya.
     4. Unused (tidak digunakan)
Run Level 4: /etc/rc.d/rc4.d
Runlevel 4 digunakan sebagai run level yang bisa anda setting kembali untuk menjalankan run level anda sendiri. Dengan demikian anda bisa membuat run level dengan meletakkan file-file yang ingin anda gunakan atau tidak anda gunakan dengan cara membuat file-file yang memiliki simbolik link ke direktori atau file lain yang telah anda pilih.
     5. X11
Run Level 5: /etc/rc.d/rc5.d
Run level 5 digunakan untuk menjalankan aplikasi pada X window. Pada run level ini banyak servis networking yang juga diaktifkan.
     6. reboot
Run Level 6: /etc/rc.d/rc1.d
Run level 6 digunakan untuk reboot sistem. Isi dari direktori pada level ini merupakan link yang sama dengan runlevel 0, akan tetapi pada script yang yang digunakan untuk mematikan sistem diganti dengan script yang digunakan untuk mereboot komputer.

Struktur program init terdiri atas direktori seperti berikut ini :
init.d
rc0.d
rc1.d
rc2.d
rc3.d
rc4.d
rc5.d
rc6.d


Tiap-tiap nomor dalam nama direktori memiliki hubungan dengan tiap run level di atas. Tiap direktori berisikan shell script yang berguna untuk menjalankan atau menghentikan servis yang dibutuhkan pada setiap run level. Nama file pada setiap script shell pada masing-masing direktori dimulai dengan huruf S atau K. Huruf S berarti start (Menjalankan proses) dan K berarti Kill (mematikan proses).

K00linuxconf@ | K15numlock@ | K60atd@ | K80random@ | K97sound@
K05keytable@ | K20kheader@ | K60crond@ | K92anacron@ | K99syslog@
K10xfs@ | K30usb@ | K65identd@ | K95harddrake@ | S00killall@
K11drakfont@ | K44rawdevices@ | K75netfs@ | K95kudzu@ | S01halt@

Setiap script hanya bisa menerima perintah yang berasal dari init untuk dijalankan (start) atau berhenti (stop), sebagai contoh jika anda menjalankan perintah untuk menghentikan servis buat sound, maka pada konsol anda ketikkan perintah sebagai berikut :

/etc/rc.d/init.d/sound start

Atau anda hendak menghentikan servis tersebut, yang harus anda lakukan seperti berikut ini :

/etc/rc.d/init.d/sound stop

Shutdown
Berikut ini adalah file-file yang digunakan ketika proses mematikan komputer berjalan :

K00linuxconf -> ../init.d/linuxconf*
K05keytable -> ../init.d/keytable*
K10xfs -> ../init.d/xfs*
K11drakfont -> ../init.d/drakfont*
K15numlock -> ../init.d/numlock*
K20kheader -> ../init.d/kheader*
K30usb -> ../init.d/usb*
K44rawdevices -> ../init.d/rawdevices*
K60atd -> ../init.d/atd*
K60crond -> ../init.d/crond*
K65identd -> ../init.d/identd*
K75netfs -> ../init.d/netfs*
K80random -> ../init.d/random*
K92anacron -> ../init.d/anacron*
K95harddrake -> ../init.d/harddrake*
K95kudzu -> ../init.d/kudzu*
K97sound -> ../init.d/sound*
K99syslog -> ../init.d/syslog*
S00killall -> ../init.d/killall*
S01halt -> ../init.d/halt*

Source :
http://shalmana.blogspot.co.id/2013/12/startup-dan-shutdown-di-linux.html?m=129

Selasa, 27 Desember 2016


28 desember 2016

Pengertian Bootloader dan Cara Mengganti Background Bootloader
Pengertian Boot Loader

Boot Loader adalah suatu program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya seperti flashdisk  (contohnya GRUB dan LILO). Biasanya Boot Loader digunakan untuk memilih sistem operasi yang ada pada hard disk karena pada hard disk tersebut memiliki lebih dari 1 sistem operasi. Boot Loader ini, dimuat pada BIOS komputer, yang kemudian digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi.


Jadi, Boot Loader ini digunakan untuk memilih dan memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya. Misalnya, pada hard disk terdapat sistem operasi GNU/Linux Mandriva 2010.1 dan Ubuntu 10.10. Nah, anda bisa menggunakan salah satu Boot Loader yang sudah disediakan dari kedua sistem operasi tersebut. Boot Loader, harus dipasang pada MBR (Master Boot Record) pada hard disk atau media boot lainnya agar sistem operasi yang terdapat pada hard disk atau media boot lainnya bisa di-boot dengan baik.


Terdapat 2 jenis Boot Loader pada GNU/Linux, yaitu GRUB dan LILO :




gamabr : GRUB



gamabr : GRUB
GRUB (GRand Unified Bootloader), adalah Boot Loader yang disediakan oleh GNU dan merupakan proyek dari GNU. GRUB banyak digunakan pada berbagai macam distro GNU/Linux. Karena GRUB banyak digunakan oleh berbagai macam distro GNU/Linux, maka perkembangan GRUB-pun menjadi pesat. Saat ini, terdapat versi ke-2 GRUB, yaitu GRUB2 yang sudah ada pada GNU/Linux Ubuntu 10.10. Lebih lengkap mengenai GRUB, klik disini dan disini.



gambar : LILO





LILO (LInux LOader), adalah Boot Loader yang terdapat pada sistem operasi GNU/Linux Red Hat dan turunannya. Biasanya, LILO sering di-set sesuai kebutuhan penggunanya. Banyak menu konfigurasi yang disediakan oleh LILO, dan LILO-pun dapat di-install dan di-uninstall.


Jadi, intinya program Boot Loader ini berfungsi untuk memanggil sistem operasi pada hard disk dan media yang bisa di-boot seperti flashdisk. Oya, anda harus hati-hati ketika akan mengkonfigurasi Boot Loader seperti GRUB dan LILO. Karena apabila terjadi kesalahan, bisa-bisa anda tidak dapat mem-boot sistem operasi.


Cara Mengganti Background Bootloader
Buka terminal kemudian edit file “/etc/grub.d/05_debian_theme”, menggunakan perintah
sudo gedit /etc/grub.d/05_debian_theme
kemudian cari baris
WALLPAPER=”/usr/share/images/desktop-base/moreblue-orbit-grub.png”
baris tersebut menunjukkan direktori dimana file gambar yang akan digunakan sebagai background image pada grub, misalkan pada contoh ini saya ingin mengganti background pada grub dengan gambar yang sudah saya persiapkan di direktori /home/arie/sabily.png maka edit baris tersebut menjadi
WALLPAPER=”/home/arie/sabily.png”
Sebelum di edit
setelah diedit
Jika anda ingin mengubah warna dari text yang ada pada grub, edit pada baris berikut di file yang sama
COLOR_NORMAL=”black/black”
COLOR_HIGHLIGHT=”magenta/black”
2. Mengganti resolusi gambar
Edit file /etc/default/grub , untuk mengubah resolusi background, dengan perintah
sudo gedit /etc/default/grub
kemudian cari baris
#GRUB_GFXMODE=console
Untuk mengganti resolusi background, hilangkan tanda “#” dan ubah tulisan console dengan resolusi yang anda inginkan misalkan “640×480″ sehingga hasilnya seperti baris berikut
GRUB_GFXMODE=640×480
Setelah konfigurasi selesai jangan lupa, update grub dengan perintah
sudo update-grub

source : ghadinkz23.blogspot.co.id // mashergi.wordpress.com